Minggu, 15 April 2012

Macam - macam Perintah Jaringan Dasar Pada Windows

Perintah Jaringan Dasar Pada Windows: Saya yakin Anda semua pasti sudah tahu yang namanya Command Promt pada Windows, tampilannya hitam polos, sangat membosankan untuk dilihat. Tapi jangan anggap remeh dengan Command Promt hanya karena tampilannya yang simpel, banyak hal yang bisa dilakukan dari sini, salah satunya adalah memantau jaringan komputer Anda. Berikut ini beberapa perintah jaringan dasar pada windows yang bisa digunakan dalam Command Prompt atau CMD. 1. ipconfig
Memperlihatkan informasi konfigurasi koneksi, contohnya Host Name, Primary DNS Type, Ethernet Adapter LAN.
Contoh tampilan setelah mengetikkan ipconfig:
2. ping
Digunakan untuk mencoba jaringan yang sudah ada, apakah sudah terkoneksi dengan baik atau belum. Cara penulisannya adalah ping ip_address atau ping nama_domain.
Contoh:
Pada contoh ini saya mencoba melakukan ping ke situs google.com, bila gambarnya seperti di bawah ini, berarti ada balasan dari google.com dan itu tandanya koneksi sudah berjalan dengan baik.
3. netstat
Akan menampilkan koneksi jaringan, tabel routing, statistic interface, koneksi masquerade, pesan netlink dan anggota multicat.
Contoh:
4. tracert
Untuk memeriksa berapa lama satu paket melewati masing-masing hop ke host yang dituju. Penulisannya adalah netstat ip_address atau tracert nama_domain.
Contoh:
Pada contoh ini, saya melakukan perintah tracert pada ip address 64.233.181.104. hasilnya adalah:
5. ftp
Perintah ftp digunakan untuk memulai koneksi File Transfer Protocol. Penulisannya adalah ftp ip_address atau ftp nama_domain.
Contoh:
 sekian yang kami bisa sampaikan, dan itulah macam-macam perintah pada windows, semoga bermanfaat.
Baca selanjutnya »»  

Cara Membagi Atau Sharing Koneksi Internet dengan LAPTOP

Cara Membagi Atau Sharing Koneksi Internet: Pernahkah Anda berfikir bagaimana caranya agar 2 atau lebih komputer dirumah, dikantor atau disekolah Anda bisa mendapatkan koneksi internet namun sumbernya hanya satu, apakah itu modem kabel yang menggunakan line telepon seperti Speedy, wifi, atau USB modem, pasti pernahkan? Itu bisa dilakukan, bahkan untuk melakukannya tidak membutuhkan keahlian jaringan komputer yang khusus, saya yakin semua orang termasuk Anda pasti bisa melakukannya.
Pada artikel jaringan komputer kali ini, akan dijelaskan langkah demi langkah bagaimana cara membagi atau sharing koneksi internet dengan 2 buah LAPTOP. Koneksi yang saya gunakan adalah modem Evdo dari SMART. Namun sebelum kita melakukan tutorial ini, saya harapkan terlebih dahulu Anda membaca artikel ini Membangun Jaringan Komputer Sederhana Dengan 2 Buah Komputer agar saya tidak menjelaskannya dari awal.
Baik, saya anggap Anda sudah membaca artikel yang saya sarankan diatas, dan 2 buah LAPTOP., yaitu A dan B sudah terhubung dengan baik. Dan juga saya perlu beritahukan bahwa komputer yang langsung terhubung dengan modem adalah komputer A.
Pertama kita lakukan setting dahulu pada komputer A. setting yang kita lakukan adalah sebagai berikut:
  • Masuk ke [Start] > [Connect to] > [Show all connections]
  • Klik kanan pada koneksi yang ingin Anda bagi lalu klik [Properties]. Pada contoh ini saya gunakan [Wireless Terminal].
  • Masukklah ke tab [Advanced].
  • Berikanlah centang pada [Allow other network users to connect throught this komputer's Internet connection].
  • Pada [Home networking connection], pilih [Local Area Connection].
  • Setelah selesai klik [Ok]. Komputer A sudah selesai kita setting dan koneksi kini sudah terbagi dengan ditandakannya ada gambar tangan pada koneksi yang sudah kita bagi.
Selanjutnya yang kita lakukan adalah melakukan setting pada komputer B. yang harus kita lakukan cuma sedikit, yaitu:
  • Masuk ke [Start] > [Connect to] > [Show all connections].
  • Klik kanan pada [Local Area Connection], lalu pilih [Properties].
  • Pilih [Internet Protocol (TCP/IP)], lalu klik [Properties].
  • Jika Anda sudah melakukan tutorial pada artikel yang saya sarankan diatas, maka Anda akan melihat settingan sebagai berikut:
  • Yang perlu kita tambahkan adalah [Default gateway] dan [Preferred DNS server].
  • Pada [Default gateway] masukkan IP address komputer yang langsung terhubung ke internet yaitu komputer A dengan IP address: 192.168.0.1. begitu juga dengan [Preferred DNS server], masukkan IP address komputer A, sehingga menjadi:
  • Jika sudah selesai klik [Ok].
  • Settingan pada komputer B sudah selesai.
setelah kita lakukan langkah-langkah seperti di atas maka selanjutnya kita Lakukanlah ping ke sebuah situs misalnya Google dari komputer B. Jika tidak ada balasan, coba cek mulai dari kabel yang menghubungkan komputer A dan komputer B, cek koneksi internet pada komputer A apakah sudah terhubung ke internet atau belum, cek juga settingan Anda, mungkin ada yang keliru, atau lakukan Restart.
semoga bermanfaat, dan selamat mecoba, sekian yang kami bisa sampaikan.
Baca selanjutnya »»  

Cara Instal Ubuntu 11.10 - Oneiric Ocelot

Mastereon - Ubuntu 11.10 Oneiric Ocelet dapat diinstal dalam banyak cara, salah satu metode termudah adalah menggunakan Wubi Installer. Biasanya ini digunakan untuk instal ubuntu dual booting dengan OS lain. Metode lainnya bisa lewat Flash Disk maupun CD Drive. 
Langkah 1. Download file *.iso Ubuntu 11.10 - Oneiric Ocelet
Download iso Ubuntu 11.10, pilih file arsip (ISO) tergantung pada arsitektur komputer kawan - seperti Intelx86 atau AMD64.
Langkah 2. Membuat Bootable Media
Kemudian membuat bootable USB stick/ drive atau CD/ DVD dari file ISO kawan yang baru saja di download. Jika kawan memilih media CD/ DVD, kawan bisa dengan mudah mem-burn-nya.
#Windows
Gunakan program 'universal USB installer' untuk membuat bootable dari flashdisk. Pada Windows 7 Anda dapat membakar file ISO langsung dengan memasukkan cd/ dvd ke tray dan pilih opsi Burn. 
#Ubuntu
Program 'Start Up Disk Creator' sudah terinstal secara default pada Ubuntu. Gunakan program ini untuk membuat bootable media. Jalankan programnya, pilih file ISO yang mau di burn, lalu pilih medianya, CD/ flashdisk.
Langkah 3. Masukkan CD atau USB dan restart
Komputer akan boot otomatis dari media bootable yang telah dibuat sebelumnya.
Klik ikon "Install Ubuntu 11.10" untuk memulai proses instalasi.
Langkah 4. Memilih tipe instalasi
Kalau kawan terhubung ke jaringan internet, beri tanda ceklis pada opsi "Download Updates" dan "install third party software". 
Kemudian pilih "continue", jendela baru akan ditampilkan. Kawan diminta memilih tipe instalasi.
 Kawan mungkin mendapatkan pilihan yang berbeda tergantung pada konfigurasi komputer. 
Install Ubuntu Alongside with them : ini akan menginstal Ubuntu 11.10 bersamaan dengan sistem operasi yang sudah ada sebelumnya. Kita mengenalnya dengan sebutan dual booting. 
Erase Entire Disk and Install Ubuntu : ini akan menghapus dan membersihkan semua harddisk Anda termasuk file dan sistem operasi sebelumnya. 
Something else : Kita bisa membuat, membagi dan memilih partisi harddisk untuk menginstal Ubuntu 11.10 dengan menggunakan advanced partition manager. 
Dalam contoh ini, kita pilih opsi yang ketiga, kemudian muncul jendela baru.
Langkah 5. Membuat partisi ext. 5 dan Menginstal Ubuntu 11.10
Pilih "free space" untuk membuat partisi baru, klik "New partition Table".
Klik "instal now" untuk memulai proses instalasi.
Langkah 6. Memasukan Informasi dasar dan membuat sebuah akun
Sementara proses instalasi sedang berlangsung, kawan akan diminta untuk memasukan beberapa informasi dasar seperti:
Lokasi, ini digunakan untuk mengatur waktu dan beberapa pengaturan lainnya. Pilih kota tempat tinggal kawan pada map.
Keyboard layout, biarkan saja apa adanya dan langsung klik continue. Masukan informasi mengenai akun kawan.
Langkah 7. Restart komputer
Proses instalasi akan segera selesai.
Kalau sudah selesai/complete, restart komputer dan lihatlah hasilnya. Ubuntu 11.10 - Oneiric Ocelot telah terinstall di komputer kawan.
 setelah semua yang di atas selesai, maka kita dapat menginstal tambahan atau software-softwarenya di
 Sumber : http://blogsudoer.blogspot.co
Baca selanjutnya »»  

Memberi Efek Salju pada Blog ( Snow Effect )

Memberi Efek Salju pada<a title= blog href='http://oketrik.blogspot.com/'> blog</a> ( Snow Effect ) 2
Pada kesempatan sebelumnya oketrik telah memberikan trik yang hampir sama dengan yang ini yaitu Memberi Efek Salju pada blog ( Snow Effect ). Apa perbedaan dari trik yang satu ini? perbedaannya adalah, apabila kursor ke sebelah kanan maka salju pun ikut kesebelah kanan, apabila kursor kesebelah kiri maka salju-pun akan ke sebelah kiri dan salju ini akan menumpuk di bawah browser ini. Coba kamu perhatikan pada postingan ini? ada salju-kah? yup itu lah demo dari trik dan tips kali ini. Sekarang mari kita lihat cara pemasangannya.
  1. Login ke blogger
  2. masuk ke Rancangan >> Edit HTML
    Rancangan
    Edit HTML
  3. cari kode </head> lalu tambahkan kode di bawah ini tepat di atasnya

    <script src='http://oketrik.googlecode.com/files/Snowefek2%20oketrik.js' type='text/javascript'></script>

    Head
  4. setelah itu sobat dapat menyimpannya dan melihat hasilnya
mudahkan, walau pun simple tapi hasilnya tidak jelek-jelek amat, yang jelas tampilan blog anda bagus dan cantik. mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.
Baca selanjutnya »»  

Kamis, 12 April 2012

Cara Mudah Belajar Regedit

Sebelum mengutak-atik Registry, ada baiknya melakukan backup terlebih dahulu
1. Klik tombol Start > Run.
2. Ketik regedit dan tekan Enter setelah berada didalam jendela Run.


3. Didalam Registry Editor, pilih menu File > Export.
4. Setelah Export Registry File muncul, masukkan nama file ke bagian File Name, misalnya backup-registry dan sebagainya.
5. tekan tombol Save.

  23 TIPS DALAM REGEDIT

(1). Mempercepat Akses Folder – dengan mendisable Last Access Update.
Jika anda memiliki banyak folder dan subdirectories, maka akses ke Direktory2 Windows XP terasa sangat berat dan
seringkali cuman membuang waktu. Dengan mengupdate time stamp di registry, yaitu last access update untuk
semua sub directory. Proceed with caution: Langkah berikut bukan untuk N00bie
1. Start>Run>regedit
2. “HKEY_LOCAL_MACHINESystemCurrentControlSetContr olFileSystem”
3. Klik kanan di bagian yg kan (cari area yg kosong), lalu pilih ‘DWORD Value’
4. Bikin DWORD Value dengan nama ‘NtfsDisableLastAccessUpdate’
5. Klik kanan pada value baru terus pilih ‘Modify’
6. Ubah data menjadi ‘1′
7. Klik ‘OK’
(2). Me-non-aktifkan Microsoft System Sounds
Secara default MS sound systems membuat komputer berbunyi/bersuara ketika booting awal, shutdown, error, dll.
Skenario suara windows jelas2 membuat komputer lebih lambat (terutama dalam waktu shutdown dan booting awal),
untuk me-non-aktifkan silahkan ikuti langkah berikut:
1. Buka Control Panel
2. Klik Sounds and Audio Devices
3. Klik tab Sounds
4. Pilih “No Sounds” dari Sound Scheme
5. Klik “No”
6. Klik “Apply”
7. Klik “OK”
(3). Mempercepat waktu Boot
Fitur yg lumayan asik dari Windows XP adalah kemampuan untuk mendefrag ketika ada dalam proses booting.
Boot Defrag pada prinsip menata file2 yg relevan dengan booting secara berurutan.Secara default fitur ini telah
diaktifkan pada beberapa Build Windows, tapi beberapa build windows tidak, ada baiknya kalo kita cross check
terhadap fitur yg satu ini.
1. Start Menu>Run
2. Regedit
3. HKEY_LOCAL_MACHINESOFTWAREMicrosoftDfrgBootOpt imizeFunction
4. Cari “Enable” dibagian kanan regedit
5. Klik “Modify”
6. Pilih “Y to enable”
7. Reboot
Tambahan: Bootvis juga bisa dicoba, untuk memangkas waktu boot dengan manufer yg manis.
(4). Mempercepat Performa Swapfile
Jika anda memiliki ram lebih besar dari 256MB bisa dibilang tweaking yg ini akan membuat sistem anda
berjalan lebih cepat. Tweaking ini pada dasarnya PC kita mengunakan setiap byte dari memori fisik yang
terpasang di komputer kita, SEBELUM mengunakan swap file.
1. Start>Run
2. “msconfig.exe”>ok
3. Klik tab System.ini
4. Klik tanda plus pada tab 386enh
5. Klik kotak new kemudian ketik “ConservativeSwapfileUsage=1?
6. Klik OK
7. Restart
(5). Mempercepat Loading Windows Menu
Tweak ini adalah tweaking fav saya, karena akan komputer kita terasa lebih cepat.
Tweaking ini membuang waktu delay ketika kita mengklik menu dan windows XP menampakkan Menu.
1. Start>Run
2. Regedit>Ok
3. “HKEY_CURRENT_USERControl PanelDesktop”
4. Pilih/Sorot “MenuShowDelay”
5. Klik kanan dan pilih “Modify’
6. Ketik angka “100? (aslinya 400)Angka 50-150 adalah kisaran yg baik, bisa disesuaikan dengan Mood anda
(6). Mempercepat Loading Program.
Tweaking ini bisa berjalan untuk sebagian besar program. Jika program tidak mau loading seperti yg diharapkan,
silahkan aja dikembalikan ke setting semula.
1. Klik kanan pada icon/shortcut yg berkaitan dengan program.
2. properties
3. Pada kotak ‘target’, tambahkan ‘ /prefetch:1′ diakhir kalimat.
4. Klik “Ok” gampang kan, Program akan loading lebih cepat.
(7). Mempercepat Shutdown Windows XP.
Tweaking ini mengurangi waktu tunggu secara otomatis ketika windows sudah menerima instruksi untuk shutdown.
1. Start>Run
2. ‘Regedit’>OK
3. ‘HKEY_CURRENT_USERControl PanelDesktop’
4. Sorot ‘WaitToKillAppTimeout’
5. Klik kanan dan pilih modify
6. Ubah value menjadi ‘1000′ (aslinya 20000)
7. Klik ‘OK’
8. Sorot ‘HungAppTimeout’
9. Klik kanan dan pilih modify
10. Ubah value menjadi ‘1000′
11. Klik ‘OK’
12. ‘HKEY_USERS.DEFAULTControl PanelDesktop’ sorot WaitToKillAppTimeout’
13. Klik kanan dan pilih modify
14. Ubah value ke ‘1000′ (aslinya 20000)16. Klik ‘OK’
15. ‘HKEY_LOCAL_MACHINESystemCurrentControlSetContr ol’ sorot ‘WaitToKillServiceTimeout’
16. Klik kanan dan pilih modify
17. Ubah value menjadi ‘1000′
18. Klik ‘OK’
(8). Mengganti Nama Recycle Bin
HKEY_CLASSES_ROOT/CLSID/{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}
Klik ganda pada option (Default value) dan beri nama baru sesuai yang diinginkan pada Value Data.
(9). Memunculkan Rename Pada Recycle Bin
HKEY_CLASSES_ROOT/CLSID/{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}/ShellFolder
Klik ganda pada Attributes > Edit Binary Value. Pada Value Data, ganti angka tersebut menjadi 0000 50 01 00 20.
(10). Menyembunyikan Recycle Bin
HKEY_LOCAL_MACHINE/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Desktop/NameSpace
Hapus subkey {645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}, kemudian Restart komputer untuk melihat hasilnya.
Untuk memunculkannya kembali, buat kembali kombinasi angka {645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}.
(11). Menambah Isi Shortcut Menu Pada Recycle Bin
HKEY_CLASSES_ROOT/CLSID/{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}/ShellFolder
Klik ganda Attributes dan ganti angka di Value Data dengan angka berikut ini:
0000 50 01 00 20 > Rename
0000 60 01 00 20 > Delete
0000 70 01 00 20 > Rename & Delete
0000 41 01 00 20 > Copy
0000 42 01 00 20 > Cut
0000 43 01 00 20 > Copy & Cut
0000 44 01 00 20 > Paste
0000 45 01 00 20 > Copy & Paste
0000 46 01 00 20 > Cut & Paste
0000 47 01 00 20 > Cut, Copy & Paste
(12). Mengembalikan Folder Documents Yang Hilang Di My Computer
HKEY_LOCAL_MACHINE/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/DocFolderPaths
Pilih menu Edit > New > String Value dan beri nama sesuai dengan username yang digunakan di Windows
(contohnya: Chippers) Klik ganda pada value tersebut dan masukkan path tempat dimana Documents anda
berada (contohnya D:\Documents)
(13). Menyembunyikan My Recent Documents
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Klik menu Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoRecentDocsMenu.
Kemudian klik ganda pada DWORD Value tersebut, dan berikan angka 1 untuk mengaktifkannya.
(14). Menyembunyikan Menu Find
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Klik menu Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoFind.
Kemudian klik ganda pada DWORD Value tersebut dan berikan angka 1 untuk mengaktifkannya. Restart komputer.
(15).Mempercepat Proses Shutdown Windows XP
HKEY_LOCAL_MACHINE/SYSTEM/CurrentControlSet/Control
Klik ganda WaitToKillServiceTimeout dan ubah nilainya menjadi lebih rendah dari 2000.
(16). Menyembunyikan Menu Run
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoRun. Klik ganda dan masukkan angka 1 sebagai Value Data.
(17). Menyembunyikan Log Off
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Klik menu Edit > New > Binary Value dan beri nama NoLogOff.
Klik ganda pada NoLogOff dan masukkan angka 01 00 00 00 pada bagian Value Data.
(18). Menyembunyikan Menu Turn Off Computer
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Klik menu Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoClose.
Klik ganda NoClose dan beri angka 1 pada Value Data.
(19). Mengubah Tombol Kiri Menjadi Tombol Kanan Pada Mouse
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Mouse
Klik ganda pada SwapMouseButtons dan beri angka 1 pada Value Data.
(20). Menonaktifkan Klik-kanan Pada Desktop
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoViewContextMenu.
Klik ganda pada NoViewContextMenu dan masukkan angka 1 pada Value Data.
(21). Kode Curang Bermain Game Hearts
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Applets
Klik menu Edit > New > Key dan beri nama Hearts.
Klik menu Edit > New > String Value dan beri nama ZB dan isikan angka 42 pada Value Data.
Buka game Hearts pada Start Menu > All Programs > Games. Setelah memasukkan nama pemain,
tekan kombinasi tombol berikut : Ctrl+Shift+Alt+F12 dan semua kartu akan terbuka.
(22). Mengganti AM Dan PM Menjadi Pagi Dan Sore
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/International
Klik ganda s1159 dan ubah teks AM dengan PAGI.
klik ganda s2359 dan ubah teks PM dengan SORE.
(23). Menonaktifkan Fungsi AutoRun
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Klik ganda NoDriveTypeAutoRun dan masukkan angka 95 pada Value Data.
Baca selanjutnya »»  

masalah yang sering terjadi pada fedora

1.NIC/Ethernet Card tidak terdeteksi oleh sistem
gejalanya:
a.pada Device Manager, Ethernet Card nya berstatus “!” “?”, dan “x”
b.tidak tampil nya “Local Connection icon”
cara penanganan nya:
a. Install kan Driver LAN Card nya
b. coba cabut dan pasangkan kembali LAN Card nya / pindahkan pada slot yang lain
2.NIC dalam keadaan disable
gejalanya:
a.Driver NIC sudah di install kan dan pada Device Manager sudah terdeteksi dengan baik, tetapi tidak konek
cara penanganan nya:
a. masuk ke menu network connection dengan cara Klik Start > Control Panel > double klik network connection > klik kanan pada icon local connection adapter > pilih Enable
3.Muncul pesan “Network Cable Unplugged”
penyebab nya:
Konektor longgar
cara penanganan nya:
a. coba lihat pemasangan kabelnya, apakah sudah terpasang dengan baik.
b. jika kabel sudah terpasang dengan baik tetapi masih tidak connect, coba cek apakah switch/modem/pusat masih berjalan dengan baik/masih hidup. coba colokan kabel pada port yang lain.
c. Jika tetap belum bisa, kemungkinan kerusakan terdapat pada NIC/Network Adapter, cobalah menggantinya dengan Network Adapter lain
4. muncul pesan “System Ip Conflict with other computer”
penyebab nya:
a. IP Address yang kita gunakan sudah digunakan oleh user lain atau sudah ada yang menggunakan
b. adanya virus
cara penanganan nya:
a. coba ganti dengan IP Address yang lain dengan cara: cara Klik Start > Control Panel > double klik network connection > klik kanan pada icon local connection adapter > properties > TCP/IP> isikan dengan IP yang lain/yang belum digunakan
b. gunakan fitur DHCP, caranya sama dengan cara mengganti IP Address
c. Install Antivirus
5. Kabel sudah terpasang dengan baik tapi status masih Unplugged
penyebab nya:
a. permasalahan pada kabel
cara penanganan nya:
a. lihat susunan kabel apkah sudah bener
b. ganti dengan kabel yang lain
c. lakukan crimping ulang
6. Kabel sudah benar tetapi sering muncul pesan “Network Cable Unplugged”
kerusakan kemungkinan terjadi pada Port NIC/Network Adapter nya.
cara penanganan nya:
a. coba gantik NIC/Network Adapter nya, kemudian coba kembali.
Baca selanjutnya »»  

menghitung subnetting, ipaddress, dan subnet maks

Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet MaskNilai CIDR
255.128.0.0/9
255.192.0.0/10
255.224.0.0/11
255.240.0.0/12
255.248.0.0/13
255.252.0.0/14
255.254.0.0/15
255.255.0.0/16
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
    1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
    2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
    3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
    4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet
192.168.1.0
192.168.1.64
192.168.1.128
192.168.1.192
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.65
192.168.1.129
192.168.1.193
Host Terakhir
192.168.1.62
192.168.1.126
192.168.1.190
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.63
192.168.1.127
192.168.1.191
192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
    1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
    2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
    3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
    4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0
172.16.64.0
172.16.128.0
172.16.192.0
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.64.1
172.16.128.1
172.16.192.1
Host Terakhir
172.16.63.254
172.16.127.254
172.16.191.254
172.16.255.254
Broadcast
172.16.63.255
172.16.127.255
172.16.191.255
172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0172.16.0.128172.16.1.0… 172.16.255.128
Host Pertama172.16.0.1172.16.0.129172.16.1.1… 172.16.255.129
Host Terakhir172.16.0.126172.16.0.254172.16.1.126…172.16.255.254
Broadcast172.16.0.127172.16.0.255172.16.1.127…172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.010.1.0.0… 10.254.0.010.255.0.0
Host Pertama10.0.0.110.1.0.1… 10.254.0.110.255.0.1
Host Terakhir10.0.255.25410.1.255.254…10.254.255.25410.255.255.254
Broadcast10.0.255.25510.1.255.255…10.254.255.25510.255.255.255
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2
Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.
Source Mas Rommy.
REFERENSI
  1. Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.
  2. Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.
  3. Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.
Berikut soal latihan, tentukan :
a) Alamat Subnet Mask,
b) Alamat Subnet,
c) Alamat Broadcast,
d) Jumlah Host yang dapat digunakan,
e) serta Alamat Subnet ke-3
dari alamat sebagai berikut:
1. 198.53.67.0/30
2. 202.151.37.0/26
3. 191.22.24.0/22
Saya coba berhitung-hitung seperti demikian
1. 198.53.67.0/30 –> IP class C:
Subnet Mask: /30 = 11111111.11111111.11111111.11111100 = 255.255.255.252
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 22 – 2 = 2 host
Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
jadi blok Subnet: 0, 4, 8, 12, dst…
Host dan broadcast yang valid:
Maka dari perhitungan diperoleh:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.252
  • Alamat Subnet: 198.53.67.0, 198.53.67.4, 198.53.67.8, 198.53.67.12, … , 198.53.67.252
  • Alamat Broadcast: 198.53.67.3, 198.53.67.7, 198.53.67.11, 198.53.67.15 … 198.53.67.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 64×2 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 198.53.67.8
2.202.151.37.0/26 -> IP class C
Subnet Mask: /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000 = 255.255.255.192
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 22 = 4 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 26 – 2 = 62 host
Blok Subnet: 256 – 192 = 64, blok berikutnya: 64+64 = 128, 128+64 = 192
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 64, 128, 192
Host dan broadcast yang valid:

Maka dari perhitungan diperoleh:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.192
  • Alamat Subnet: 202.151.37.0, 202.151.37.64, 202.151.37.128, 202.151.37.192
  • Alamat Broadcast: 202.151.37.63, 202.151.37.127, 202.151.37.191, 202.151.37.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 4×62 = 248
  • Alamat Subnet ke-3: 202.151.37.128
3.191.22.24.0/22 –> IP class B
Subnet Mask: /22 = 11111111.11111111.11111100.00000000 = 255.255.252.0
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 22– 2 = 2 host
Jumlah Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 4, 8, 12, 16, dst…
Alamat host yang valid:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.252.0
  • Alamat Subnet: 191.22.24.0, 191.22.24.4, 191.22.24.8, …, 191.22.24.252
  • Alamat Broadcast: 191.22.24.3, 191.22.24.7, 191.22.24.11, …, 191.22.24.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 2×64 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 191.22.24.8
Baca selanjutnya »»  

cara setting ip address pada linux ubuntu

untuk menyetting IP pada linux ubuntu atau distro linux lainnya ada baiknya jika kita menggunakan mode teks atau terminal saja, karena lebih mudah dipahami ketimbang harus menghafal langkah" settingnya menggunakan GUI. adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Masuk pada terminal (ctrl+alt+t)
2. Login sebagai Super User (sudo -i)
3. Jalankan perintah ifconfig untuk mengetahiu informasi jaringan trerlebih dahulu
4. Untuk setting IP Address Statik
ifconfig eth0 <alamat IP> netmask <Netmask>
contoh :
ifconfig eth0 192.168.36.49 netmask 255.255.255.0

**perhatikan eth0, dapat saja pada PC anda adalah eth1. jalankan ifconfig untuk memastikannya.
5. Kita juga dapat mengguankan alamat /etc/network/interfaces. Ketik:
pico /etc/network/interfaces
lalu isi dengan :
auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.36.49
netmask 255.255.255.0
**Ganti static dengan dhcp jika ingin IP dhcp
lalu save settingan (ctrl+x) > (y)
6. lalu restart network :
/etc/init.d/networking restart
7. Selesai

Baca selanjutnya »»  

cara konfigurasi access point


Ada dua buah perangkat wireless, satu buah jenis wireless Access Point (AP) dan sebuah lagi Wireless Cable/DSL Router. Kedua perangkat ini sudah lama tidak difungsikan secara optimal, langsung saja timbul rasa penasaran untuk melakukan konfigurasi AP. Model dan merk perangkat wireless tidak disebutkan, karena tidak dapat fee dari vendor dan memungkinkan exploitasi menjadi lebih mudah oleh pengakses ilegal yang ada di area sekitar kantor he.. he..

Konfigurasi pertama dilakukan terhadap AP, ada passwordnya, password default telah berganti, tidak perlu bertanya ke konfigurator sebelumnya, cari cara untuk melakukan reset ke default factory setting di google.com, dapat beberapa informasi dari forum/milis, setelah dicoba akhirnya konfigurasi AP kembali ke setting awal.
Interface untuk mengatur setting AP dilakukan dengan memasukkan alamat IP perangkat AP melalui browser, beberapa konfigurasi dilakukan, diantaranya dengan:
1. Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server
2. Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access (WPA)
3. Mengatur akses berdasarkan MAC Address device pengakses
4. dsb
Beberapa konfigurasi yang dibuat tidak bekerja dengan baik, misalnya meski DHCP server telah diatur, AP tidak memberikan IP sesuai dengan alokasi yang ditentukan.
Upgade Firmware
Biasanya perangkat yang mempunyai firmware semacam AP akan menyediakan upgrade firmware untuk melakukan perbaikan, bahkan dengan upgrade firmware akan ada fungsi tambahan atau baru. Langsung saja cari firmware terbaru untuk AP di website vendor. Ternyata sudah ada beberapa release terhadap firmware lama yang ada di AP, download firmware versi terakhir. Firmware yang di download berbentuk file executable, jalankan file tersebut akan melakukan decompress dan menghasilkan file README dan firmware update.
Proses upgrade dapat dilakukan secara mudah, yaitu langsung dilakukan melalui browser, masukkan file firmware update, kemudian klik sumbit, dalam waktu kurang dari satu menit proses upgrade selesai dan firmware baru langsung terpasang. Reset ke default factory setting dilakukan sesuai rekomendasi Vendor yang ada di file README.
Upgrade firmware memberikan hasil yang sangat memuaskan, yaitu DHCP server dapat berfungsi dengan baik dan tersedianya fasilitas tambahan/baru yaitu perangkat wireless sekarang fungsinya menjadi tiga jenis:
1. Access Point (fungsi default)
2. Client Bridge Mode
3. Repeater Mode
AP dan Komputer Server
Saat ini AP telah berfungsi dengan baik dan benar, selanjutnya ada keinginan untuk menyiapkan sebuah komputer untuk dijadikan sebuah server yang akan menyediakan fungsi untuk:
1. Pengelolaan user
2. Pengelolaan akses
3. Proxy dan Firewall
4. Pengelolaan authentifikasi
5. Mencatat log/history akses
6. Menyediakan fitur billing
Adakah pembaca yang telah melakukan/memasang aplikasi terpadu open source untuk Linux untuk kebutuhan seperti ini? jika ada, ditunggu komentarnya.
ini adalah cara share koneksi internet kabel dengan 2 LAN card pada windows XP.
ada 4 langkah
1. Jaringan default dari kabel ISP
2. Setting windows agar bisa share koneksi
3. Setting IP pada tiap LAN card
4. Hubungkan LAN kedua dan silakan browsing
Jaringan default dari kabel ISP
ISP via tv kabel -> cable modem -> LAN card komputer pertama. pastikan internetnya sudah hidup dan sudah bisa browsing.
Setting windows agar bisa share koneksi
Start -> Programs -> accessories -> Communications -> Network Setup Wizard
Next sampai muncul windows berikut.

pilih sesuai petunjuk pada gambar

defaultnya adalah LAN card yang konek ke internet. tinggal next saja sampai selesai. kalau minta di save ke disket di tolak jawab NO dan finish.
pastikan Internet Connection Sharing pada LAN properties pada komputer pertama yang terhubung ke cable modem terpilih.
cek “Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection”

Setting IP pada tiap LAN card
Setting LAN card yang ke internet (komputer 1) – default dari teknisinya.
- Obtain an iP address automaticaly
- Obtain DNS Server Address Automatically
Setting LAN card yang menuju Komputer Lain (komputer 1) :
IP Address : 192.168.0.5
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : Kosongin aja
DNS : Kosongin aja
Setting LAN card pada Komputer Lain (komputer 2,3,4,5,dsb):
IP Address : 192.168.0.10
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : 192.168.0.5
Prefered DNS server : Samakan dengan DNS pada LAN card yang konek ke internet
Alternate DNS server : Samakan dengan DNS pada LAN card yang konek ke internet
Hubungkan LAN kedua dan silakan browsing
sambungkan LAN card antara komputer 1 dan komputer 2 dengan menggunakan kabel cross. silakan browsing.
tambahan :
bagi yang tidak tau cara setting IP
Start -> Settings -> Control Panels -> Network Connections
Klik kanan -> Properties (pada Local Area Connection)
pada Tab -> general
cari This connection use the following items -> Internet Protocol [TCP/IP]
klik properties -> pada tab general pilih obtain an iP address automaticaly
ini setting yang DHCP, untuk yang statik pilih Use this following IP address.
bagi yang tidak tau cara liat DNS
Start -> Settings -> Control Panels -> Network Connections
klik kiri 2x pada LAN card yang konek ke internet
pada Tab -> SUpport
ada tombol detail, disana ada yang namanya DNS servers, itulah DNS dynamic yang diberikan oleh ISP anda.
note:
1. gunakan kabel cross untuk menghubungkan lan card pc1 dan lan card pc ke 2.
2. gunakan kabel straight untuk menghubungkan cable modem dan lan card pc1
ringkasan :
1. pastikan koneksi internet dari ISP sudah jalan.
2. share koneksi pada LAN card pertama. (liat pada bagian Setting windows agar bisa share koneksi)
3. setting IP, subnet mask, gateway dan dns pada tiap LAN card.
4. selamat internet anda sudah di share.
5. jangan lupa gunakan kabel cross untuk menghubungkan lan card pc1 dan lan card pc2

Baca selanjutnya »»